TRY OUT UN 2017-2018 PKBM Bina Insan Kamil

Tepatnya pada tanggal 25 Maret 2018, PKBM Bina Insan Kamil melaksanakan kegiatan Try OUt, untuk siswa peserta UN tahun 2018.
seluruh siswa dari Paket A, B, dan C IPA dan IPS melaksanakan kegiatan ini.

Try Out pakea A B dan C PKBM BIna Insan Kamil (1)

Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini ialah, untuk mengetahui sejauh mana persiapan para siswa/siswi PKBM Bina Insan Kamil, dalam menghadapi UNBK nanti.

Try Out pakea A B dan C PKBM BIna Insan Kamil (5)

Khusus paket A, tidak melaksanakan UNBK, hanya pelaksanaan USBN saja.

Try Out pakea A B dan C PKBM BIna Insan Kamil (3)

Sedangkan untuk Paket B dan C, seluruh siswa PKBM Bina Insan Kamil harus melaksanakan UNBK.

Try Out pakea A B dan C PKBM BIna Insan Kamil (4)

Try Out pakea A B dan C PKBM BIna Insan Kamil (2)

Bekerja sama dengan Bimbel Gama UI Pamulang. Dari proses Pengadaan soal, sampai Koreksi LJK (Lembar Jawaban Komputer) disediakan oleh pihak mereka. LFath

JADWAL UN PAKET B DAN C (IPA DAN IPS)

Seiring mendekatnya waktu pelaksanaan UNBK, Kami pengelola PKBM Bina Insan Kamil infokan jadwal pelaksanaan UNBK Paket B dan C IPA dan IPS. Bagi seluruh siswa dan panitia pelaksanaan UNBK agar mempersiapkan diri, dan dipastikan di tanggal dan hari tersebut tidak ada kegiatan selain pelaksanaan Simulasi UNBK dan UN. Untuk jadwal pelaksanaan UN paket A akan diinfokan menyusul setelah ada pemberitahuan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan.

* Simulasi UNBK: 7 – 8 Februari 2018

Ujian Nasional:
* Paket A : Awal Mei 2018 (masih tunggu pos)

* Paket B :
– Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
* Jum’at, 04-05-2018
– 08:30 – 10:30 : Bhs. Indonesia
– 13:30 – 15:30 : Pkn

* Sabtu, 05-05-2018
– 07:30 – 09:30 : Matematika
– 10:30 – 12:30 : IPS

* Minggu, 05-05-2018
– 07:30 – 09:30 : Bhs. Inggris
– 10:30 – 12:30 : IPA

* Paket C – IPA :
– Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
* Jum’at, 27-04-2018
– 08:30 – 10:30 : Bhs. Indonesia
– 13:30 – 15:30 : Kimia

* Sabtu, 28-04-2018
– 07:30 – 09:30 : Matematika
– 10:30 – 12:30 : Biologi
– 13:30 – 15:30 : Pkn

* Minggu, 29-04-2018
– 07:30 – 09:30 : Bhs. Inggris
– 10:30 – 12:30 : Fisika
* Paket C – IPS :
– Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
* Jum’at, 27-04-2018
– 08:30 – 10:30 : Bhs. Indonesia
– 13:30 – 15:30 : Geografi

* Sabtu, 28-04-2018
– 07:30 – 09:30 : Matematika
– 10:30 – 12:30 : Sosiologi
– 13:30 – 15:30 : Pkn

* Minggu, 29-04-2018
– 07:30 – 09:30 : Bhs. Inggris
– 10:30 – 12:30 : Ekonomi

demikian kami informasikan jadwal ini, agar bisa dijadikan sebagai acuan pelaksanaan UNBK Kesetaraan.

semoga pelaksanaan UN nanti berjalan sebagaimana mestinya, dan mendapatkan hasil maksimal. Aamiin.

Lfath

Latihan Pencak Silat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

pencak silat

Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara.

Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas.

Pencak silat merupakan potensi seni budaya asli Indonesia yang harus dijaga eksistensinya, tak terkecuali pada lingkungan sekolah seperti adanya kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat.

Dalam latihan pencak silat, kedisiplinan menjadi salah satu hal yang utama karena dalam latihan pencak silat terdapat senam, gerak jurus, olah pernafasan, dan latihan lain yang memerlukan kedisiplinan tinggi bagi seorang siswa untuk dapat menyelesaikan di setiap kenaikan tingkat / jenjang yang sudah ditentukan oleh masing-masing perguruan ataupun organisasi pencak silat.

Kedisiplinan dalam keikutsertaan peserta didik dalam pencak silat tentu saja kedisiplinan dalam latihan pencak silat akan berkorelasi dengan pembiasaan kedisiplinan mereka dalam intrakurikuler sekolah juga.

Tak ketinggalan di ‪#‎PKBM‬ BINA INSAN Kamil Tangsel Banten, telah membuka pendaftaran dan latihan pencak silat bagi siswa Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) dan juga untuk masyarakat umum.


pkbmbinainsankamil.sch.id

Lahirnya PKBM di Indonesia

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir di Indonesia di tengah-tengah kondisi krisis sosial ekonomi nasional pada tahun 1998. Kehadiran PKBM sebenarnya memiliki latar belakang yang cukup panjang.

Fakta menunjukkan bahwa pendidikan formal dan sistem persekolahan ternyata tidak cukup untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, tingginya tingkat buta aksara bagi orang dewasa, tingginya tingkat pengangguran, tingginya tingkat kemiskinan dan sebagainya.

Di pihak lain, kebijakan pemerintah dalam pembangunan pendidikan sangat menitikberatkan pada pendidikan formal dan sistem persekolahan. Adapun perhatian pada pendidikan non formal masih sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran dan fasilitas maupun berbagai sumberdaya lainnya yang jauh lebih besar dicurahkan bagi pendidikan formal dan sistem persekolahan.

Sesungguhnya pendidikan non formal telah dikenal dalam peradaban manusia jauh sebelum adanya pendidikan formal dan sistem persekolahan. Namun pembinaan pendidikan nasional selama ini masih didominasi oleh pendidikan formal. Pembinaan pendidikan non formal dilakukan oleh pemerintah hanya melalui berbagai pendekatan proyek yang bersifat sementara dan kadangkala tidak berkelanjutan. Cakupannyapun masih sangat terbatas pada beberapa jenis kebutuhan pendidikan yang bersifat nasional. Sementara pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh masyarakat masih bertumpu pada jenis-jenis pendidikan yang memiliki nilai komersial sehingga dapat ditarik pembayaran dari masyarakat untuk membiayai kegiatan pendidikan tersebut.

Untuk meningkatkan efektivitas keberhasilan pendidikan non formal telah dilakukan berbagai evaluasi terhadap kiprah pendidikan non formal selama ini. Negara-negara yang tergabung dalam UNESCO menyimpulkan bahwa pembangunan pendidikan non formal haruslah semaksimal mungkin bersifat partisipatif, dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri dan peran pemerintah sebaiknya diposisikan lebih sebagai fasilitator. Hal ini terlihat dari berbagai naskah deklarasi antara lain deklarasi Jomtien, Dakar, dan sebagainya.

Salah satu upaya konkrit untuk mengimplementasikan gagasan tersebut adalah dengan mendorong dan memotivasi terwujudnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Community Learning Centre. PKBM bukanlah sepenuhnya merupakan suatu konsep yang baru sama sekali. Sebagai contoh di Jepang PKBM dikenal sejak tahun 1949 dengan nama Kominkan. Kominkan telah turut memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi pembangunan kemajuan masyarakat Jepang. Sampai dengan tahun 2004 diperkirakan ada sekitar 18.000 Kominkan terdapat di seluruh Jepang.

Untuk menggerakkan masyarakat agar terwujud PKBM di Indonesia, Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional merumuskan berbagai kebijakan dan program untuk mengidentifikasi dan memotivasi agar masyarakat dengan kesadarannya sendiri membentuk dan mengelola berbagai kegiatan pembelajaran bagi masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing. Gagasan ini mendapatkan sambutan cukup baik oleh masyarakat sehingga pada awal tahun 1998 mulai dikukuhkan keberadaan berbagai PKBM di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Sebagai contoh PKBM ALPA dan PKBM Buana Mekar di Bandung, PKBM RCC Garuda di Yogyakarta, PKBM Gajah Mada di Cirebon, PKBM Pionir di Solo, PKBM Giri Mukti di Balikpapan, PKBM Dahlia di Mataram, dan sebagainya. Sejak itu, PKBM semakin dikenal luas dan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dari sisi kuantitas. Pada tahun 2004 sudah terdapat lebih dari 3.000 PKBM di seluruh Indonesia. Pada tahun 2006 terdapat hampir dari 5.000 PKBM di seluruh Indonesia.

sumber: DPP FK-PKBM INDONESIA