Lomba Kreatifitas Peserta didik PKBM Tingkat Propinsi Banten 2016

Serang. 2 Mei 2016. Dinas Pendidikan Provinsi Banten mengadakan kegiatan Lomba Kreatifitas Peserta didik Pendidikan Keaksaraan dan Lomba Kreatifitas Peserta didik Paket B Tingkat provinsi Banten di Hotel Marbrla, Anyer .
Kegiatan dimulai pada hari Senin, tanggal 2 Mei sampai dengan 4 Mei 2016. Lomba ini teridiri dari Lomba Keterampilan (Hasta karya) keaksaraan dan paket B, Lomba melukis, Lomba kemampuan akademik, Lomba menulis dan membaca puisi, Lomba menulis naskah pidato, Lomba Calistung keaksaraan, Lomba testimoni keaksaraan.
Dinas pendidikan kota Tangerang Selatan mengirimkan 6 orang peserta didik nya dari PKBM di Tangsel.  Pkbm kota Tangsel yang kreatif. sabet juara Kreatifitas PKBM Tingkat
propinsi Banten.  juara ke 2 adalah “Kompresor Mini” PKBM  Bina  Insan Kamil ,  PKBM Technosa Juara 1 melukis,  PKBM Siliwangi juara 3 lomba pidato
Salah satunya adalah  Adhita Yulius Resa Valentino ( Alen)  peserta paket B dari PKBM Bina Insan Kamil , Kecamatan Setu , Tangsel.Alhamdulillah Alen berhasil mendapat JUARA-2 dengan hasil Karya nya “Mini Compressor” dari barang bekas.
Selamat dan sukses ya Alen…  Teruslah berkarya dan lakukanlah  yang terbaik…..

Sosialisasi UU Sisdiknas Dan Paradigma Home Education

 

Pendidkan merupakan proses budaya, karena itu ia tumbuh dan berkembang dalam alur kebudayaan setiap masyarakat dan pendidikan adalah usaha sadar yang senantiasa dilakukan oleh manusia sesuai dengan perkembangan masyarakatnya.
Pertumbuhan masyarakat yang maju mendorong kepedulian mereka untuk melakukan pendidikan dan pembelajaran anak-anaknya bukan hanya di sekolah tapi juga di masyarakat dan di rumahnya secara mandiri.

Pendidikan dan pembelajaran dapat berlangsung sepanjang hayat dari mulai dalam kandungan dan setelah lahir sampai dengan tutup usia UUSPN No.20 tahun 2003 menyebutkan bahwa ada 3 jalur pendidikan: formal, non formal dan informal

 

Jalur PendidikanJalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.

1.  Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

2.  Pendidikan non formal
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di Masjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua Gereja. Selain itu, ada juga berbagai kursus,  diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.

b.  Sasaran
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

c.  Fungsi
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

d.  Jenis
Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja.

Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

3.  Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Alasan pemerintah mengagas pendidikan informal adalah:
•      Pendidikan dimulai dari keluarga
•      Informal diundangkan juga karena untuk mencapai tujuan pendidikan nasonal dimulai dari keluarga
•      Homeschooling: pendidikan formal tapi dilaksanakan secara informal.
•      Anak harus dididik dari lahir

Jalur pendidikan di Indonesia meliputi jalur pendidikan formal, nonformal dan informal.  Ketiganya memiliki perbedaan yang saling mengisi dan melengkapi. Seperti sudah dijelaskan bahwa jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.  Karenanya pemerintah mengundangkan jalur pendidikan.

Pemerintah mengagas jalur pendidikan ini dikarenakan sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dimana yang menjadi peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu, tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan dan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

PKBM Bina Insan Kamil, Anak Panah Cyberschool,  HS Kak Seto. Sch.id

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut hub sekertariat PKBM Bina Insan Kamil 
Gedung SDN 2 Babakan Setu Tangerang Selatan

PELIPUTAN DAN OBSERVASI GERHANA MATAHARI 2016

PELIPUTAN  DAN  OBSERVASI  GERHANA  MATAHARI PADA HARI  RABU, TANGGAL  9 MARET  2016  DI  PLANETARIUM  DAN  OBSERVATORIUM  DINAS  PENDIDIKAN  PROVINSI DKI JAKARTA, JALAN CIKINI RAYA 73 JAKARTA PUSAT.

Pada  hari  Rabu  tanggal  9  Maret  2016  akan  berlangsung Gerhana  Matahari  Total  di  beberapa
wilayah  di  Indonesia  dan  Gerhana  Matahari  Parsial  di  seluruh  wilayah  lainnya  termasuk  di Jakarta.
Fenomena astronomis ini merupakan Gerhana Matahari Total Pertama yang melewati Indonesia di awal abad Milenium ke -3 ini. Gerhana  Matahari  Total  terakhir  teramati  dari  Indonesia  telah  berlangsung  pada  tanggal  24 Oktober  1995  (21  tahun  yang  lalu)  melewati  Kepulauan  Sangir  Talaud  dan  berikutnya akan terjadi pada tanggal 20 April 2023 (7 tahun yang akan datang) melewati Papua Barat Daya dan Timur Laut termasuk kota Biak.

 

Dalam rangka sosialisasi ilmu astronomi dan fenomena alam yang berkaitan dengan benda langit
ini,  Planetarium dan Observatorium Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengadakan
kegiatan peliputan dan observasi terdiri dari:
  1. Peliputan  dan  Observasi  bersama  Gerhana  Matahari  Parsial  di  Taman  Ismail  Marzuki dengan 6 (enam) buah Teleskop.
  2. Nonton bersama  Live  Streaming  Gerhana  Matahari  Total  di daerah  lintasan  Gerhana
  3. Matahari Total di Lobby Planetarium dan Observatorium
  4. Peliputan  dan  Observasi  Gerhana  Matahari  Total  oleh 4  (empat)  orang  anggota Tim Planetarium dan Observatorium di  Kota Palu Sulawesi Tengah. 06.24 WIB Maks. 07.21 WIB 08.29 WIB

Bagi  masyarakat  yang  ingin  bergabung dalam  peliputan  dan  observasi  di  Planetarium  dan
Observatorium akan mendapatkan fasilitas gratis:

  1. Kacamata Gerhana
  2. Bahan-bahan promosi (terbatas untuk 600 orang pertama)  dilaksanakan di Lobby Planetarium dan Observatorium  mulai pukul 04.30 sd. 06.00 WIB.
  3. Pukul 06.00 s.d  08.30 WIB:
  4. Acara Peliputan dan Observasi Gerhana Matahari Parsial.
  5. Nonton bersama Live Streaming Gerhana Matahari Total.
  6. Bagi yang akan melaksanakan Sholat Gerhana disediakan Mushola di samping Pintu Masuk Planetarium
.
Sumber:  Press Release http://planetarium.jakarta.go.id
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut hub sekertariat PKBM Bina Insan Kamil 
Gedung SDN 2 Babakan Setu Tangerang Selatan

PKBM Bina Insan Kamil Lomba Pidato Mirip Bung Karno – Bersatulah Indonesia

Peserta Lomba Pidato yang baru tiba yaitu  PKBM Bina Insan Kamil,dari  Tangerang Selatan Banten

Acara ini di hadiri oleh para tokoh masyarakat Serang banten, dan  Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, serta di ikuti peserta dari tiga propinsi yaitu (DKI Jakarta, Bekasi dan Tangsel), hampir seratus peserta hadir, mengikuti lomba dari sekolah-sekolah umum maupun  Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM). 

PKBM Bina Insan Kamil, Tangerang Selatan Banten  mengirimkan lima orang siswanya untuk mengikuti acara lomba ini (23-24 Jan’16)  yaitu: Mila Monika, Tri Utomo, Ahmad Shohifin, Alen Valentino, dan Imun Munawaroh

 

Dewan Juri nya terdiri dari: Ki Kusumo Priyono Soemawinata (Raja Dongeng Indonesia) Ray Sahetapy (Aktor Senior Indonesia) Jose Rizal Manua (Seniman & Pujangga Indonesia). Tersedia Door Prize Menarik Serta Hadiah Berupa Uang Tunai + Piala + Piagam Penghargaan Untuk Para Pemenang.



Mila foto bersama pimpinan dan pembina HS Tunas Bangsa bpk Irwan Hasanudin dan bpk Kusumo si Raja Dongeng

Juara Lomba Pidato siswi  dari Bekasi

Untuk pendaftaran sekolah paket ABC dan informasi lebih lanjut hub sekertariat PKBM Bina Insan Kamil, Gedung SDN 2 Babakan Setu Tangerang Selatan